"Hei tunggu!" teriak seseorang.
"Kamu siapa? Untuk apa kau memanggilku?" jawabnya.
"Nanti akan kuberitahu. Aku hanya menyuruhmu berhenti dan mendengarkan aku." kata orang itu dengan mantap.
"Untuk apa aku mendengarkanmu. Aku tak kenal kamu dan lagi pula aku sedang terburu-buru." sahut dengan nada marah.
"Tapi apakah kamu tau bahwa yang engkau kerjakan itu benar dan baik bagimu?" kata orang itu.
"Jangan mencoba menasehatiku! Sekali lagi, aku tidak mengenal kamu. Aku baru mengenal kamu beberapa detik yang lalu. Kenapa kau tidak menasehati orang lain saja?" jawabnya semakin keras.
"Aku justru sudah mengenalmu sejak lama. Tapi mungkin kamu tidak menyadari kehadiranku. Lagi pula mereka tidak bisa mendengar percakapan kita." kata orang itu.
"Aneh! Kenapa dia berbicara seperti itu." pikirnya dalam hati.
"Karena....."
"Kenapa kamu bisa...... siapa dirimu sebenarnya?" dengan terkaget-kaget.
"Aku berada dalam dirimu. Aku adalah hatimu yang tak pernah didengarkan teriakannya. Kau hanya melakukan seseuata atas kehendakmu sendiri. Bahkan hati kecilmu ini tak pernah dianggap."
"Tapi...."
"Kamu juga tidak pernah memikirkan dampak yang timbul dari perbuatanmu itu. Aku sangat kecewa atas semua telah kamu lakukan terhadapku."
(orang itu mulai pergi menjauh)
"Tunggu!" Teriakku
Tiba-tiba ia terbangun dari tidurnya dan menyadari.... semua itulah mimpi. Mimpi yang paling buruk yang pernah ia alami.
"Apakah selama ini aku telah melakukan apa yang dikatakannya?"









0 komentar:
Posting Komentar
Terima Kasih Atas Komentar yang Telah Anda Berikan