• Feed RSS
0

Baru-baru ini Negara sedang dilanda oleh demam Smartphone. Berbagai brand ternama bahkan lokal berlomba-lomba untuk menarik hati para konsumen di Tanah Air. OS (Operating System) yang sedang gencar-gencarnya datang adalah OS Android yang dibuat oleh Google. Mungkin sebagian dari Anda sedang berminat memilikinya. Berikut beberapa tips yang bisa membantu untuk memilih Smartphone:

1. Budget
Yang pertama adalah sesuaikan budget atau keadaan keuangan Anda. Usahakan jangan sampai Anda berhutang kesana-kemari untuk membeli smartphone. Atau mungkin Anda bisa menabung sedikit demi sedikit dari penghasilan yang diperoleh.

2. Kualitas
Anda jangan mudah tergiur dengan harga yang murah. Bisa jadi kualitasnya pun "murah". Tapi tidak menutup kemungkinan hal tersebut berlaku untuk harga yang mahal. Intinya adalah “harga tidak menjamin kualitas suatu barang”.

3. Sesuaikan dengan kebutuhan

Dengan demikian, kebutuhan smartphone anda akan terpenuhi dan bias menciptakan manfaat jangka panjang. Misalnya jika anda tipe orang yang selalu ingin update dalam social networking gunakanlah ponsel besutan Blackberry. Lalu jika anda tipe orang yang suka main game & ingin mendapatkan software yang melimpah ruah + gratis gunakanlah ponsel yang ber-OS Android.

Semua orang memiliki kebutuhan yang berbeda-beda. Kita tidak harus memakai ponsel yang sama dengan teman (sedang trend). Sehingga kita tidak menjadi badut-badut teknologi yang hanya melihat trend tetapi tidak melihat kebutuhan untuk diri sendiri. Pilihan kembali kepada diri masing-masing.

Semoga posting saya kali ini bermanfaat bagi anda semua.
TERIMA KASIH

0
Indonesia adalah negara yang masih berkembang menjadi negara yang lebih baik. Tiap orang memiliki caranya tersendiri untuk mengharumkan nama Bangsa di kancah Internasional. Salah satunya ditempuh dengan jalur pendidikan. Jika anda lihat layar televisi, banyak warga Indonesia yang ingin meraih pendidikan yang lebih baik. Masyarakat di daerah pedesaan Indonesia biasanya tidak akan memikirkan apakah sekolah negeri atau swasta yang akan anak mereka masuki. Yang penting bisa sekolah juga Alhamdulillah. Berbeda dengan sebagian masyarakat perkotann, mereka lebih menyukai jika putra/putri mereka bisa masuk ke dalam Sekolah Negeri.

Mungkin masyarakat beranggapan bahwa anak yang masuk ke Sekolah/PT (Perguruan Tinggi) Negeri itu adalah anak yang lebih baik daripada yang lainnya. Belum lagi yang masuk Sekolah Negeri Favorit. Berbeda halnya dengan Sekolah Swasta. Mungkin yang pertama kali muncul di benak masyarakat kita saat mendengar siswa/siswi Sekolah Swasta adalah anak yang nakal lah, anak yang bodoh lah, atau mungkin anak yang pemalas. Padahal anggapan tersebut belum tentu 100% benar adanya. Sekolah yang bagus tidak menentukan sepintar apa anak tersebut. Tetapi siswa itu sendiri yang menentukannya. Kontribusi apa saja yang telah dia berikan. Apakah itu mengharumkan nama Sekolah, Kota, atau bahkan Negara.

Apakah paradigma ini akan terus berlanjut? Memangnya salah jika seseorang masuk ke Sekolah Swasta? Yah, inilah salah satu contoh penyakit masyarakat sekarang. Masih terkesan diskriminatif (walaupun tidak terlalu jelas terlihat). Semoga saja fenomena ini tidak akan terus berlanjut.
0
Ya, lingkungan baru. Itulah yang saya rasakan di SMA tempat saya menuntut ilmu. Bertemu dengan orang-orang yang belum kita kenal. Ada yang dari luar kota, luar provinsi , bahkan luar pulau Jawa. Bertemu dengan teman-teman yang beragam dan unik-unik. Itulah senangnya memiliki yang berbeda daripada yang lain. Dan bertemu dengan guru-guru yang berbeda pula.

Tapi saya tetap melakukan proteksi diri dari lingkungan sekolah yang kurang baik. Sebagus dan segermelap sebuah sekolah, pasti saja ada lingkungan yang kurang baik. Meskipun lingkungan tersebut ditimbulkan dari kalangan minoritas. Boleh melakukan proteksi diri, tetapi jangan terlalu berlebihan. Bisa saja itu mengakibatkan kita untuk bersikap over protection. Karena dari situlah sikap "meremehkan" orang lain itu muncul.

Pergaulan kita itu boleh luas, hanya saja jangan sampai melampaui ketentuan-ketentuan yang ada. Hal ini bisa menimalisir dari akibat-akibat yang tidak diharapkan. Seperti free sex, human trafficking, dan lain sebagainya. Teman-teman kita pasti memiliki aktivitas yang berbeda-beda. Mulai dari hobi, ekskul, bahkan hanya untuk bersenang-senang. Tertarik mengikutinya? Mungkin. Walaupun demikian kita harus menyaring kegiatan mana saja yang bisa kita jadikan sebagai kegiatan. Pertimbangkan apakah kegiatan itu bisa bermanfaat bagi diri kita atau mungkin bagi masyarakat sekitar.

0

Sebagai kita ketahui Silicon Case sedang nge-trend di kalangan pengguna ponsel. Bukan karena mengikuti trend masa kini, tapi juga sebagai pelindung dari berbagai benturan dari luar. Lepas dari hal tersebut, Silicon Case memiliki dampak yang negatif. Salah satu yang sering terjadi akibat penggunaan silicon case ini adalah melemahnya sinyal ponsel. “Silicon Case yang digunakan pada ponsel memang memiliki manfaat, yakni untuk melindungi casing dari goresan atau bahkan benturan. Tetapi penggunaan yang berlebihan diketahui membawa dampak buruk, yakni bisa melemahkan sinyal ponsel,” ungkap Iskak pada Malang Post, kemarin.
Melemahnya sinyal ponsel ini, lanjut Iskak, tak lain disebabkan dari suhu udara di sekitarnya yang lembab. Ketika menggunakan silicon case, biasanya ponsel jadi lebih lembab karena udara tidak bisa keluar masuk. Hal inilah yang lama-lama akan mempengaruhi kondisi udara di dalam ponsel menjadi lebih lembab. Kalau sudah lembab, hardware ponsel yang pada akhirnya akan kena efeknya.
Untuk mencegah kondisi ini terjadi, lanjut Iskak, pengguna harus sering-sering membuka silicon case pada ponselnya itu.
Paling tidak dua hari sekali selama 5-10 menit ponsel harus dilepaskan dari bajunya untuk mendapat udara segar. Jika cara ini dirasa sangat merepotkan, cara lain yang bisa ditempuh adalah dengan menggunakan silicon case yang memilki banyak pori. Menurut Iskak, saat ini salah satu brand aksesori ponsel telah meluncurkan silicon case dengan banyak pori yang memungkinkan aliran udara bisa meluncur bebas dan mencegah terjadinya kelembapan pada ponsel.
“Saat ini baru Welcomm yang merilis silicon case dengan banyak pori. Namun harga silicon case berpori ini sedikit lebih mahal dibandingkan dengan silicon case biasa. Jika silicon case biasa dijual Rp 20.000, untuk silicon case berpori lebih mahal atau selisih Rp 5.000 dari harga biasa,” pungkasnya.

sumber : malang-post.com