• Feed RSS
0

Kompas - Jumat, 23 Juli

Setiap kita pasti tak ingin diselubungi rasa jenuh hingga merasa sebagai orang yang tidak pernah beruntung. Alhasil setiap proses hidup yang dijalani terasa sangat berat. Padahal sebenarnya, titik awal menikmati hidup ada saat kita berhasil menganggap penting diri kita atas setiap hal yang kita lakukan.

Menurut Sarah Maria, penulis Start Living Happily and Confidently, ketika menganggap diri kita penting maka akan sangat mudah merasakan keutuhan diri. Inilah yang kemudian menjadi modal untuk hidup sesuai kebahagiaan dan kebutuhan diri. Tertarik untuk memanjakan diri? Coba lakukan cara-cara berikut ini :

1. Bangunlah dengan lagu favorit kita. Setelah alarm jam membangunkan kita, coba putar CD yang berisi lagu-lagu kesukaan kita. Jangan ragu untuk ikut bernyanyi atau sedikit meliukkan badan mengikuti alunan musiknya. Dengan begitu, kita sudah mengumpulkan energi positif dari dalam diri sendiri hanya dengan bantuan CD.

2. Sesekali pakai baju atau aksesoris kesukaan kita untuk membawa semangat sepanjang hari. Beberapa diantara kita mungkin memiliki baju atau aksesoris “keberuntungan” yang secara tidak sengaja selalu membawa kita pada momen-momen bahagia. Saat mulai jenuh dengan rutinitas kantor, cobalah pakai simbol keberuntungan itu agar semakin termotivasi menjalani setiap tantangan yang ada di depan mata.

3. Gunakan parfum yang menyegarkan kita sepanjang hari. Aroma terapi tidak melulu menggunakan lilin terapi. Parfum yang kita punya juga bisa difungsikan sebagai aroma terapi. Pilihlah aroma jeruk untuk menyemangati diri saat tubuh mulai lesu. Dan sediakan aroma lavender saat rapat dengan klien tidak membuahkan hasil positif, agar kepala kita kembali tenang.

4. Belilah bunga dan tempatkan di meja kerja kita. Cukup dengan meletakkan bunga di meja, kita bisa menciptakan suasana menyenangkan. Ini akan menjauhkan kita dari rasa jenuh akibat tumpukan kertas-kertas pekerjaan. (PreventionIndonesiaonline/Siagian Priska)


sumber : http://id.news.yahoo.com/kmps/20100723/tls-menyenangkan-diri-setiap-saat-8d16233.htm

2
Saat kita memasuki sekolah yang baru, pasti satu hal yang harus kita lakukan adalah "Berbaur" dengan lingkungan di sekitar kita. Mungkin saat kita memasuki kelas, kita hanya bisa diam seribu bahasa. Karena mungkin kita mengenal semua orang yang ada di dalam kelas. Berbeda dengan orang-orang yang mudah dalam hal bergaul. Orang tersebut akan langsung bertanya-tanya kepada orang di sekitarnya sehingga dalam waktu singkat dia langsung terbiasa & mempunyai banyak teman di kelas itu. Sikap & perilaki juga menentukkan seberapa besar kesempatan dia untuk mendapatkan teman. Contoh: Di kelas, ada seorang anak yang sikapnya tidak mau diam dan perilakunya suka berbicara (hyper active) sehingga perhatian semua kelas tertuju kepada orang itu dan secara otomatis semua orang akan mudah mengenali orang tersebut, akhirnya dia memiliki teman dalam jumlah yang banyak langsung.

Tapi sekolah sudah menganisipasinya dengan kegiatan MOS (Masa Orientasi Siswa) yang bisa membuat para siswa barunya menjadi lebih akrab satu sama lain (walaupun dalam kegiatan ini, sering digunakan untuk hal2 yang lain). Rata-rata setiap sekolah mengadakan kegiatan ini selama 3-4 hari. Pihak sekolah berpikir, kegiatan ini bisa membuat para siswa baru dengan kakak kelasnya menjadi lebih akrab. Namun, masih saja ditemukan berbagai bentuk senioritas di berbagai sekolah apalagi SMA. Di saat itulah para siswa baru mulai mempertahankan dirinya dari segi jasmani & rohani.

Terkadang sulit berbaur dengan lingkungan sekolah yang baru !
0

VIVAnews - Sebuah kelompok peneliti menemukan fakta bahwa tanaman memiliki kemampuan berpikir seperti mengingat dan bereaksi atas informasi seperti cahaya.

Tanaman mentransmisikan informasi mengenai intensitas cahaya dari daun ke daun seperti cara kerja syaraf. "Sinyal elektro-kimia" ini dibawa sel yang berperan seperti "syaraf" pada tanaman.

Dalam percobaannya, ilmuwan memaparkan cahaya pada satu daun, namun mengakibatkan semua daun merespons. Dan respons itu, yang dilihat dari reaksi kimia atas cahaya di daun, berlanjut saat kembali gelap.

Percobaan ini, kata para peneliti dari Universitas Warsawa, Polandia, membuktikan daun "mengingat" informasi mengenai cahaya. "Kami memaparkan cahaya hanya pada bagian bawah tanaman dan kami menemukan perubahan di bagian atas," kata Profesor Stanislaw Karpinski yang memimpin penelitian, seperti dilansir BBC.

Hasil riset ini lalu dipresentasikan di pertemuan tahunan Society for Experimental Biology di Praha, Ceko.

Kemampuan Berpikir

Lebih khusus lagi, Karpinski menyatakan, respons tanaman tergantung pada warna cahaya yang dipaparkan ke mereka. "Ada perubahan karakteristik untuk warna cahaya merah, biru dan putih."

Karpinski memperkirakan, tanaman mungkin menggunakan informasi dari cahaya untuk merangsang reaksi kimia untuk melindungi diri. Peneliti-peneliti itu lalu melihat lebih cermat pada efek dari warna-warna cahaya yang berbeda pada kemampuan melawan penyakit.

"Kami terangi tanaman selama satu jam dan menginfeksinya (dengan virus atau bakteri) setelah 24 jam kena cahaya, dia melawan infeksi itu," kata Karpinski. "Namun ketika kami menginfeksinya sebelum cahaya, mereka tak bisa membangun pertahanan."

Artinya, kata Karpinski, tanaman memiliki ingatan khusus mengenai cahaya yang membuatnya membangun kekebalan atas patogen dan kemudian bisa disesuaikan tergantung kondisi cahaya.

Profesor Christine Foyer, ilmuwan tanaman dari University of Leeds, Inggris, menyebut riset ini "membuat pikiran kita melangkah ke depan." "Tanaman harus melewati stres, seperti kekeringan dan kedinginan, hidup di antara itu dan tetap tumbuh. Hal itu membutuhkan respons yang sesuai. Itulah semacam kepintaran," katanya.

• VIVAnews