• Feed RSS
1
Aku buka sebuah amplop di luar kelas. Tanganku mulai bergetar. Ku buka amplop itu dengan perlahan. Di dalamnya terdapat sebuah kertas yang menunjukkan hasil dari kerja kerasku selama kurang lebih 4 hari lamanya. Aku membaca kertas itu dengan seksama. Semuanya tertera di kertas itu.Dari keterangan bahwa aku lulus (alhamdulillah) sampai nilai total dari UN & UASku. Saat ku melihat angka-angka itu, mataku terbelalak seakan tak percaya. Aku bahkan tak bisa berkata-kata lagi. Apakah ini hasil semua jerih payahku? Apakah scanner-nya salah? Atau ini memang hasil yang pantas untukku? . Aku tiba-tiba berpikiran pesimis. Dengan nilai ini, bisa masuk ke SMAN mana? Tapi yang membuatku tak habis pikir adalah orang lain yang mendapatkan nilai yang lebih besar daripada aku karena bukan usaha mereka sendiri.

Aku terdiam dalam perjalanan pulang. Sampai rumah pun aku tetap terdiam. Tak terasa, adzan Ashar sudah dikumandangkan. Aku putuskan untuk melakukan sholat dan memohon kepada Yang Maha Kuasa agar aku diberikan kekuatan dan keteguhan hati. Malam harinya, aku sudah memiliki emosi yang stabil. Mungkin ini berkat dari doa telah saya panjatkan. Ternyata orang tua dan juga kakakku memberiku semangat. "Yang penting sekarang kamu lulus masalah SMA bisa belakangan", kata mereka. Aku jadi merasa lebih baik karna mendengar itu. Teman-temanku juga memberikan dorongan serta tanggapan yang bisa mengisi kekosongan hatiku.

Sejak itu, aku sadar bahwa bukan nilai bagus yang bisa kita pakai untuk mendaftar ke SMAN yang bisa dikatakan "sekolah favorit". Tapi kerja keras dan kejujuran untuk mendapat nilai. Walaupun nilai itu kurang memuaskan, kau bisa katakan pada semua "lihatlah! Inilah NEM yang telah aku peroleh dan aku bangga mendapatkan nilai ini". Meskipun masuk ke sekolah yang dikatakan orang kurang tapi namanya sekolah ya tetep sekolah! Dimana pun dan seperti apapun sekolahnya, yang penting itu sekolah. Yaitu tempat yang menjanjikan ilmu yang melimpah ruah kepada siswa-siswinya. Terus, siswa-siswa sekarang beranggapan ikut Ujian Ulangan seakan-akan akhir dari dunia mereka. Padahal itu semua hanyalah "keberhasilan yang tertunda". Jadi kita harus mengupayakan ketertundaan itu bisa kita ubah menjadi sebuah kemajuan. Walaupun awalnya pahit tapi lama-kelamaan menjadi sebuah keberkahan tersendiri.